kampanye hitam

Tragis ironis. Pemilu kali ini masih dibumbui oleh kampanye hitam. Agaknya yang melakukannya tidak belajar bagaimana SBY memenangi pemilu antara lain karena kampanye hitam dari lawan-lawan politiknya pada masa itu.

Kampanye hitam memang berasal dari orang yang hati dan fikirannya hitam. Karena hanya hati dan fikiran hitam yang bisa melahirkan kampanye hitam. Hati dan fikiran hitam bisa dimiliki orang yang sudah tua alias sepuh dan banyak pengalaman, juga bisa menggerogoti anak muda bau kencur yang baru masuk persilatan politik.

Kampanye hitam hanya dilakukan oleh pihak atau orang yang merasa secara objektif tidak dapat memenangkan kompetisi dengan cara yang rasional, jujur, terbuka, dewasa, dan sehat. Itulah sebabnya mereka melakukan serangan bertubi-tubi dengan kampanye hitam. Mereka merasa inilah cara terbaik yang bisa diusahakan. Kampanye hitam sebanarnya menunjukkan kepanikan menghadapi kenyataan yang tidak dapat diterima. Para pelaku kampanye hitam mengira semua orang sama seperti mereka, berfikiran negatif dan pengecut.

Kampanye hitam pastilah memuakkan dan menjijikkan. Karena tidak didasarkan pada akal sehat, fakta dan data yang benar dan akurat, serta perumusan yang hati-hati. Jangan kaget bila kampanye  hitam akhirnya menjadi bumerang yang mematikan bagi pelakunya. Kampanye hitam benar-benar membakar habis para pelakunya. Ini hanya soal waktu.

Dalam musim kampanye sekarang ini, kampanye hitam dengan sangat canggih dimanfaatkan oleh media massa, terutama televisi. Sebab pemiliki kebanyakan televisi adalah peserta pemilu yang ikut bertanding. Televisi partisan yang merupakan corong bagi pemiliknya itu memanfaatkan kampanye hitam untuk melakukan semacam adu domba. Benar-benar memanfaatkan cara menangguk di air butek. Menyiramkan bensin pada percikan api.

Cara-cara yang dilakukan ini yaitu kampenye hitam dan membesar-besarkan kampanye hitam merupakan cara berpolitik yang sangat buruk dan amoral. Memberikan dampak yang sangat buruk bagi proses pendidikan politik bagi rakyat. Pada rakyat dipertontonkan para politisi yang melecehkan orang, memberikan penilaian yang seenaknya, dan mengejek orang lain. Sangat kekanak-kanakan, dan emosional. Mungkin tak terfikir bagi pelaku kampanye hitam, bisa jadi perilaku dan catatan hidup mereka lebih hitam daripada tokoh yang diejeklecehkan. Inilah gaya rampok teriak maling.

Mestinya kita menyaksikan adu program, laga argumentasi, dan kritik yang nalar dan terukur antara satu partai dengan partai lain, satu tokoh dengan tokoh lain. Seyogyanya partai menyeleksi dengan ketat siapa saja kadernya yang pantas berbicara di depan publik. Hanya mereka yang matang, berwawasan nasional, dan mampu memberikan pencerahan bagi rakyat yang boleh berbicara pada rakyat. Dengan demikian waktu kampanye merupakan saat yang tepat untuk meningkatkan pengetahuan, pemahaman, dan daya kritis rakyat.

Pemilu semestinya dijadikan ajang untuk pencerdasan rakyat, memberikan pada rakyat alternatif terbaik untuk dipilih. Dalam batas kewajaran tentulah tak ada salahnya melibatkan emosi. Kampanye hitam sepenuhnya membakar emosi negatif. Tak mengajarkan apapun selain kebencian. Negeri ini tidak bisa dibangun berlandaskan kebencian.

Bila emosi negatif itu kemudian saling membakar, pastilah akan terjadi hura-hara yang merugikan kita semua. Haruslah diingat, kampanye politik itu melibatkan massa yang memang tak berpribadi. Massa gampang digerakkan, disulut, dipanas-panasi, dan dikompori untuk dibakar atau membakar. Bagai tabung gas bocor yang gampang meledak.

Daripada melakukan kampanye hitam. Tokoh dan partai politik lebih baik menjabarkan program-program yang ditawarkannya. Mencari cara-cara yang kreatif untuk menarik perhatian rakyat. Meyakinkan rakyat bahwa mereka tokoh dan partai yang layak diberi amanah. Bila  tidak mau melakukan hal-hal positif ini, patut diduga mereka sebernarnya memiliki sejumlah masalah dengan diri sendiri. Mungkin masalah yang berasal dari masa lalu, juga masalah-masalah yang dihadapi kini.

Rakyat dalam jumlah yang tidak sedikit telah memahami siapa tokoh dan bagaimana reputasi partai politik yang sedang berkompetisi sekarang ini. Memang ada sebagian rakyat yang masih mempelajari dengan cermat mau milih yang mana. Dalam realitas politik seperti ini kampanye hitam agaknya tak akan memengaruhi tokoh dan partai yang diserang. Bahkan cenderung akan membakar dan menghanguskan fihak yang melancarkan kampanye hitam itu sendiri.

Kita sangat berharap kampanye hitam tidak berlanjut, terutama dalam pemilihan presiden. Kita juga sangat berharap semoga yang diserang oleh kampanye hitam tidak tersulut, bisa menahan diri dan tetap fokus pada upaya untuk memenangkan pemilu dengan cara yang rasional, jujur, dewasa, dan elegan.

KAMPANYE HITAM CERMIN KETIDAKMAMPUAN ORANG DAN PARTAI POLITIK UNTUK MEMENANGKAN KOMPETISI SECARA RASIONAL, DAN JUJUR.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s