Pelanggaran Etika Teknologi

Sebelum kita melihat pelanggaran-pelanggaran etika yang terjadi pada bidang Teknologi Informasi. Kita harus mengetahui dulu apa itu pengertian dari Etika ..

Pengertian Etika

Dari asal usul kata, Etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” yang berarti adapt istiadat / kebiasaan yang baik.

Etika merupakan suatu cabang filosofi yang berkaitan dengan apa saja yang dipertimbangkan baik dan salah. Ada beberapa definisi mengenai etika antara lain :
• Kode moral dari suatu profesi tertentu
• Standar penyelenggaraan suatu profesi tertentu
• Persetujuan diantara manusia untuk melakukan yang benar dan menghindari yang salah.

Setelah kita mengetahui dasar dari pengertian etika, maka kita melihat jenis pelanggaran yang terjadi pada Etika itu sendiri. Mengapa orang suka melakukan pelanggaran etika dari setiap bidangnya entah dari bidang Saint, Teknologi Informasi , Kedokteran, maupun dari Pembajakan atau Situs Porno yang sekarang sudah mewabah di situs Internet.

Beberapa faktor penyebab pelanggaran Etika:

1. tidak berjalannya control dan pengawasan dri masyarakat
2. Kurangnya iman dari individu tersebut.
3. rendahnya pengetahuan masyarakat mengenai substansi kode etik pada setiap bidang, karena buruknya pelayanan sosialisasi dari pihak prepesi sendiri
4. belum terbentuknya kultur dan kesadaran dari orang tersebut.
5. tidak adanya kesadaran etis da moralitas dari orang tersebut.

6. kebutuhan individu

7. tidak ada pedoman hidup dari individu tersebut

8. perilaku dan kebiasaan individu yang buruk sehingga menjadi sebuah kebiasaan

9.lingkungan tidak etis mempengaruhi individu tersebut melakukan sebuah pelanggaran.

10. Kurangnya sanksi yang keras atau tegas di Negara kita tentang pelanggaran kode etik

Beragamnya penerapan teknologi informasi dan meningkatnya penggunaan teknologi telah menimbulkan berbagai variasi isu etika. Suatu usaha untuk mengatur isu tersebut kedalam suatu ruang lingkup dilakukan oleh R.O. Mason dan kawan-kawan, yang mengkategorikan isu etika menjadi empat jenis yaitu Privacy, Accuracy, Property, Accessibility.

• Isu privacy :
Koleksi, penyimpanan, diseminasi informasi individu
Privasi menyangkut hak individu untuk mempertahankan informasi pribadi dari pengaksesan oleh orang lain yang memang tidak diberi ijin untuk melakukannya. Contoh isu mengenai privasi sehubungan diterapkannya sistem informasi adalah pada kasus seorang manajer pemasaran yang ingin mengamati email yang dimiliki bawahannya karena diperkirakan mereka lebih banyak berhubungan dengan email pribadi daripada email para pelanggan. Sekalipun manajer dengan kekuasaannya dapat melakukan hal itu, tetapi ia telah melanggar privasi bawahannya.
Secara umum, privasi adalah hak untuk sendiri dan hak untuk bebas terhadap gangguan orang yang tidak bertanggung jawab. Privasi informasi adalah hak untuk menentukan kapan, dan untuk apa diperluas terhadap informasi diri sendiri yang dapat dikomunikasikan dengan orang lain. Hak ini berlaku untuk individu, kelompok dan institusi. Ada 4 hal umum untuk identifikasi empat pernyataan privasi yaitu :
1. Solitude
Pernyataan sendiri, keluar dari interferensi luar.
2. Intiimacy
Pernyataan privasi seseorang yang ingin menikmati dari dunia luar.
3. Anonimity
Pernyataan bebas dari gangguan eksternal.
4. Reserve
Mampu untuk mengendalikan informasi mengenai diri sendiri.
• Isu accuracy:
Authenticity, fidelity, dan akurasi pengumpulan dan pengolahan informasi.
Akurasi terhadap informasi merupakan factor yang harus dipenuhi oleh sebuah sistem informasi. Ketidakakurasian informasi dapat menimbulkan hal yang mengganggu, merugikan, dam bahkan membahayakan. Sebuah kasus akibat kesalahan penghapusan nomor keamanan social dialami oleh Edna Rismeller. Akibatnya, kartu asuransinya tidak bisa digunakan dan bahkan pemerintah menarik kembali cek pensiun sebesar $672 dari rekening banknya. Mengingat data dalam sistem informasi menjadi bahan dalam pengambilan keputusan, keakurasiannya benar-benar harus diperhatikan.
• Isu property:
Kepemilikan dan nilai informasi (hak cipta intelektual)
Perlindungan terhadap hak property yang sedang digalakkan saat ini yaitu dikenal dengan sebutan HAKI (Hak Atas Kekayaan Intelektual). Kekayaan Intelektual diatur melalui 3 mekanisme yaitu hak cipta (copyright), paten, dan rahasia perdagangan (trade secret).
a. Hak Cipta
Hak cipta adalah hak yang dijamin oleh kekuatan hokum yang melarang penduplikasian kekayaan intelektual tanpa seijin pemegangnya. Hak cipta biasa diberikan kepada pencipta buku, artikel, rancangan, ilustrasi, foto, film, musik, perangkat lunak, dan bahkan kepingan semi konduktor. Hak seperti ini mudah didapatkan dan diberikan kepada pemegangnya selama masih hidup penciptanya ditambah 70 tahun.
b. Paten
Paten merupakan bentuk perlindungan terhadap kekayaan intelektual yang paling sulit didapat karena hanya akan diberikan pada penemuan-penemuan inovatif dan sangat berguna. Hukum paten memberikan perlindungan selama 20 tahun.
c. Rahasia Perdagangan
Hukum rahasia perdagangan melindungi kekayaan intelektual melalui lisensi atau kontrak. Pada lisensi perangkat lunak, seseorang yang menandatangani kontrak menyetujui untuk tidak menyalin perangkat lunak tersebut untuk diserhakan pada orang lain atau dijual.
• Isu accessibility:
Hak untuk mengakses informasi dan pembayaran fee untuk akses informasi tersebut.
Fokus dari masalah akses adalah pada penyediaan akses untuk semua kalangan. Teknologi informasi malah tidak menjadi halangan dalam melakukan pengaksesan terhadap informasi bagi kelompok orang tertentu, tetapi justru untuk mendukung pengaksesan untuk semua pihak.

Sumber :

http://supriyan.staff.gunadarma.ac.id/

http://www.google.co.id/#hl=id&source=hp&q=etika+dalam+teknologi+informasi&meta=&aq=0&oq=etika+dalam+teknol&fp=7e99b3a5df14a093

Pengertian dari Teknologi Informasi (IT)

Teknologi Informasi (TI), atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah Information technology (IT) adalah istilah umum yang menjelaskan teknologi apa pun yang membantu manusia dalam membuat, mengubah, menyimpan, mengomunikasikan dan/atau menyebarkan informasi. TI menyatukan komputasi dan komunikasi berkecepatan tinggi untuk data, suara, dan video. Contoh dari Teknologi Informasi bukan hanya berupa komputer pribadi, tetapi juga telepon, TV, peralatan rumah tangga elektronik, dan peranti genggam modern (misalnya ponsel).

Maka disini sekarang saya akan membahas beberapa contoh pelanggaran etika dalam bidang teknologi informasi.

Kejahatan di Dunia Maya

Kejahatan dunia maya sering terjadi diantaranya adalah penipuan pulsa yang sekarang sedang in, penipuan lelang secara online, pemalsuan cek, penipuan kartu kredit/carding, confidence fraud, penipuan identitas, pornografi anak, dll.

Contoh Kasus dari Penipuan pulsa atau Pencurian Pulsa:

Penyedotan pulsa oleh perusahaan-perusahaan content provider nakal. Penyedotan pulsa dilakukan secara halus melalui content tertentu bahkan sampai tidak kita sadari, barulah akhir-akhir ini banyak yang merasa tidak mendaftar content tertentu namun terus dikirimi sms dan pulsanya tersedot. Bahkan ketika seseorang mengaku sudah melakukan UNREG sebanyak dua kali agar pulsa tidak tersedot lagi, malah dituduh mencemarkan nama baik perusahaan content provider karena menurutnya yang bersangkutan belum melakukan UNREG. Alasan dari pencurian pulsa ini sudah jelas untuk keuntungan pribadi perusahaan-perusahaan yang berkaitan, bahkan dalam suatu acara televisi terlihat sekali bahwa perusahaan content provider dan operator saling melindungi agar tidak terlihat salah. Solusinya adalah mengumpulkan laporan-laporan dan bukti-bukti dari masyarakat yang menjadi korban khususnya, dan menindak perusahaan content provider dan operator agar menghentikan pencurian pulsa tersebut dan denda sebanyak-banyaknya untuk menggantikan kerugian masyarakat.

*Contoh kasus lain adalah Penipuan dengan menggunakan Telepon

Biasanya motif ini dengan menggunakan identitas orang lain atau mengaku-ngaku sebagai kerabat dekat kita seperti ibu, adik, ayah kita yang meminta uang atau pulsa dengan jumlah yang besar atau sedikit dengan keadaan kerabat yang sedang sakit di rumah sakit, atau sedang terkena tilang di kantor Polisi. Ini mungkin jadi suatu strategi pelaku kejahatan yang menunggu kelemahan dari si korban dengan sms atau langsung dengan telepon si korban dan biasanya si korban yang menpunyai titik lemah mudah ditipu saja entah dengan mentranfer uang ke rekening yang belum dikenal atau dengan mentransfer pulsa langsung ke no si pelaku.Alasan dari penipuan lewat Telepon ini juga sama sperti keuntungan pribadi karena faktor ekonomi, dan berkaitan dengan dendam .Maka dari itu kita harus antisipasi dengan no yang tidak dikenal atau private number.

Alasan orang melakukan kejahatan dunia maya sebagai berikut :

• Kebutuhan individu alasan ekonomi
• Kebiasaan yang terakumulasi tak dikoreksi
• Lingkungan tidak etis Pengaruh dari komunitas
• Efek primordialisme yang kebablasan

cara menanggulangi kejahatan dunia maya:

– Jangan pernah berbagi “password” bahkan dengan kekasih sekalipun.

-Jangan juga terlalu percaya dengan no yang tidak dikenal /private number.
– Hindari membuka akun e-mail di tempat umum.
– Jangan membalas e-mail yang tidak jelas pengirimnya.
– Jangan berbagi foto lama atau foto intim dengan teman-teman online yang baru Anda kenal.
– Jika Anda berencana membuat sebuah website, lakukan registrasi dengan benar sehingga nama Anda terdaftar. Permasalahannya banyak pendaftar yang kerap ceroboh dan memungkinkan transfer data belum diverifikasi.
– Lakukan penggantian “password” sesering mungkin untuk meminimalkan risiko pembajakan e-mail.

PEMBAJAKAN VCD

PEMBAJAKAN VCD ini meliputi program computer, lagu-lagu atau film bioskop yang sedang in. PEMBAJAKAN VCD adalah memperbanyak program computer, lagu-lagu dan film sekalipun dan tanpa izin dari pembuat nya tersebut. Kebanyakan dari pembajakan tersebut memiliki alasan yang berbeda-beda, ada yang alasannya karena kebutuhan ekonomi dimana program computer, lagi-lagu dan film dibajak dan dijual karena lebih murah hanya dengan membeli kepingan cd atau dvd kemudian menyalinnya tanpa perlu melalui jalur hukum yang bertele-tele sehingga pasti banyak yang membeli karena harga yang murah. Ada yang sengaja mengcopynya kemudian membagikannya di situs agar situs tersebut banyak disinggahi oleh penyuka program computer, lagu-lagu dan film yang berkaitan. Ada pula yang alasannya untuk kepentingan pribadi biasanya yaitu mendownloadnya dari internet dan di simpan ke komputer pribadi untuk nantinya ditonton sendiri atau dibagikan ke teman-temanya. Solusi yang tepat dari alasan-alasan tersebut di atas adalah dengan tidak hanya membuat undang-undang yang berkaitan dengan hak cipta dan pembajakan seperti di atas melainkan menindak lanjuti secara tegas bagi si penjual ataupun si pembeli agar mereka kapok untuk tidak melakukan pembajakan itu. Karena itu dapat merugikan si pembuat(pencipta) atau yang mempunyai hak cipta dari program computer , lagu-lagu ataupun film tersebut.

Jadi menurut saya agar dapat mengatasi pelanggaran-pelanggaran etika di bidang Teknologi Informasi yang semakin canggih adalah:

-Pada Individu itu sendiri tidak mengunakan barang yang bajakan harus menggunakan barang yang Original(meskipun barang yang original itu mahal).

– Harus ada Hukuman/ sangsi yang tegas dan berat akan adanya pelanggaran etika seperti diatas.

-Lebih mengenalkan bagaimana etika itu di kehidupan masyarakat apalagi anak-anak, karena dari mulai dini hal yang baik sudah diajarkan pasti berguna untuk kehidupan yang mendatang.

Itu merupakan sedikit saran dari saya agar memperkecil adanya pelanggaran-pelanggaran etika yang sekarang sudah menjadi sebuah kebiasaan di kalangan masyarakat ini. Jika pelanggaran-pelanggaran itu tidak di cegah dari kita sendiri maka di Indonesia semakin sedikit orang yang memiliki SDA yang baik.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s