we know nothing

Segala sesuatunya memang diawali dengan ketidak tahuan, dengan kita berusaha pasti kita akan dapat apa yang kita tidak ketahui.
______________________________________________________________
WE KNOW NOTHING IS BETTER WE KNOW ALLTHING? Mengapa demikian?
Bukankah mengatahui segala hal lebih baik di banding tidak mengetahui hal apa pun?

 

Mungkin kita pernah mendengar pepatah yang berbunyi “manusia tidak pernah puas”, saya
menangkap pepatah ini dalam dua pengertian yakni negatif dan positif. Negatif karena
terkadang dalam kehidupan ekonomi manusia tidak pernah puas akan apa yang telah
dimilikinya dan terus mencoba melebihi apa yang sudah jadi batas kemampuannya, sehingga
sehingga hidupnya bersifat konsumtif bukan produktif. Positif karena manusia tak pernah
puas akan ilmu, pengetahuan, informasi, dsb yang dimilikinya sehingga manusia akan terus
dan terus belajar dalam hidupnya. Inilah maksud dari “We Know Nothing” sebagai manusia
terus belajar dan menggali ilmu adalah hak tiap individu. Dalam menggali ilmu (pendidikan)
biasanya kita langsung berfikir tentang sekolah padahal menggali ilmu itu sendiri dibagi
menjadi 2 macam, formal dan non formal*:
· Pendidikan formal: merupakan pendidikan yang diselenggarakan di sekolah-
sekolah pada umumnya. Jalur pendidikan ini mempunyai jenjang pendidikan yang
jelas, mulai dari pendidikan dasar, pendidikan menengah, sampai pendidikan tinggi.
· Pendidikan nonformal: paling banyak terdapat pada usia dini, serta pendidikan
dasar, adalah TPA, atau Taman Pendidikan Al Quran,yang banyak terdapat di setiap
mesjid dan Sekolah Minggu, yang terdapat di semua gereja.Selain itu, ada juga
berbagai kursus, diantaranya kursus musik, bimbingan belajar dan sebagainya.
Program – program PNF yaitu Keaksaraan fungsional (KF); Pendidikan Kesetaraan A,
B, C; Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); Magang; dan sebagainya Lembaga PNF
yaitu PKBM, SKB, BPPNFI, dan lain sebagainya.
Dalam dunia yang terus berkembang, tentu kita dituntut untuk terus belajar dan menggali
informasi. Banyak cara yang bisa kita lakukan dalam menggali informasi baik itu membaca,
bergaul, bermain, dsb kita bisa mendapatkan informasi bahkan belajar suatu hal. Kita harus
membuka wawasan kita ke lingkungan sekitar, kita harus membuka mata dan telinga akan
apa yang ada di sekitar kita karena apa yang kita dapatkan di sekolah maupun perkuliahan
tidak akan bermakna jika kita tidak mengaplikasikannya di masyarakat. Di era globalisasi ini
setiap individu memang dituntut lebih kreatif, kekreatifitasan ini tentu bisa didapatkan dari
masyarakat. Orang yang menutup mata-telinganya akan apa yang ada dan terjadi di
masyarakat tidak akan pernah berkembang. Menutup mata-telinga maksudnya adalah tidak
mau mencari akan informasi dari lingkungan sekitar, baik itu dalam dunia nyata maupun
dunia maya.
Belajar tentu harus memiliki motivasi tertentu, mengapa demikian? Ini dikarenakan belajar
haruslah berdasarkan niat dari diri individu itu sendiri. Dengan adanya niat yang kuat akan
muncul suatu motivasi yang membuat belajar menjadi semakin mengasyikan. Belajar yang
monoton akan menimbulkan suatu kejenuhan. Inilah yang sedang marak terjadi di pendidikan
Indonesia. Begitu banyak tuntutan kepada murid baik itu tugas maupun materi pada
kurikulum yang padat dan berubah-ubah. Saat saya di SMA, guru saya pun ikut kerepotan
akan kurikulum pendidikan yang padat dan kerap kali berubah. Menurut saya situasi seperti
inilah yang membuat siswa-siswi stress, terbebani dalam belajar, dsb. Hal tersebut bisa kita
lihat dari perilaku siswa-siswi di sekolah seperti: bolos sekolah, nongkrong setelah pulang
sekolah (dengan anggapan untuk refreshing), dsb. Mungkin ada benarnya kalau belajar itu
tidak boleh enaknya saja, namun kita seharusnya mencontoh negara maju yang memiliki
system pendidikan lebih efektif. Kita ambil contoh dari Jepang, berikut adalah salah satu
sekolah menengah atas ternama di negeri matahari tersebut** :
Kita telah membahas apa maksud dari “WE KNOW NOTHING” , belajar dalah kata kata
kuncinya. Lalu bagaimana dengan “WE KNOW ALLTHING” mengapa mengetahui segala
hal tidak jauh lebih baik daripada mempelajari berbagai hal? Mengetahui berbagai hal
memang didambakan setiap orang, karena ini terkesan menggambarkan orang yang cerdas,
pandai, berwawasan luas, dsb. Namun tahukan kalian akan dampak yang negatif dari “WE
KNOW ALLTHING” ini? Kadang orang yang sudah mengetahui segala hal akan menjadi
sombong dan malas, karena dia merasa dirinya telah mencapai titik puncak dari suatu
pengetahuan. Ini juga bisa berdampak ke hubungan sosial, orang di sekitarnya tidak akan
memiliki interesting dalam berbicara dengan dirinya. Ini hanya sebagai contoh mengapa “WE
KNOW ALLTHING” tidak lebih baik dari “WE KNOW NOTHING” karena menurut saya
ini hanyalah perbedaan paham dan cara kita memandang bagaimana kita menghadapi ilmu
pengetahuan dan informasi di sekitar kita. Mudah saja, orang yang berfikiran “WE KNOW
NOTHING” akan terus berkembang dibandingkan dengan orang yang berfikiran “WE
KNOW ALLTHING”.
*** Tom Krause “Jika kau hanya melakukan apa yang kau tahu bisa kau kerjakan, kau tidak
akan bisa berbuat lebih.” Tom Krause (1934), motivator, guru, dan pelatih”. Kalimat emas ini
jelas menggambarkan jika kita hanya melakukan apa yang kita bisa dan ketahui itu hanyalah
akan menjadi sia-sia, karena kita tidak akan mendapatkan hal yang berguna untuk masa
depan kita. Mencoba hal baru adalah hal yang dianjurkan dalam quotes ini, karena dengan
bereksperimen akan hal yang belom pernah kita lakukan akan memberikan pengetahuan baru
yang tentunya akan berguna untuk masa depan kita. Kita tahu pengalaman adalah guru yang
paling baik, maka dari itu dengan kita mencoba berbagai hal kita akan mendapatkan
pengalaman-pengalaman yang membuat kita menjadi semakin matang. Masa muda adalah
masa yang berapi-api, begitulah yang dikatakan oleh raja dangdut Indonesia bang haji Rhoma
Irama. Menurut saya hal ini sangat positif dalam pengertian semangat yang tinggi dalam
meraih cita-cita juga berbagai hal tentang hidup. Hal tersebut juga bisa digunakan di berbagai
macam hal, sebagai contoh berikut ini adalah tips untuk menjalankan bisnis dari sebuah
pengalaman****:
Orang yang belajar dari pengalaman hidupnya adalah orang yang tergolong “WE KNOW
NOTHING” karena dia selalu belajar akan apa yang pernah dialaminya maupun akan apa
yang ada di depannya.
Dengan terus belajar dan berdoa tentu bisa meraih sukses. Tanpa perlu meniru orang lain kita
pun bisa meraihnya dengan cara kita sendiri.

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s