Ilmu dan Pengetahuan

ilmu dan pengetahuan…jika kita membicarakan ilmu dan pengetahuan apa yang ada di pikiran anda?kalau yang ada di pikirin saya adalah luas.arti dari ilmu pengetahuan sendiri menurut kamus bahasa indonesia adalah seluruh usaha sadar untuk menyelidiki, menemukan dan meningkatkan pemahaman manusia dari berbagai segi kenyataan dalam alam manusia[1]. Segi-segi ini dibatasi agar dihasilkan rumusan-rumusan yang pasti. Ilmu memberikan kepastian dengan membatasi lingkup pandangannya, dan kepastian ilmu-ilmu diperoleh dari keterbatasannya[2]. Nah kalau saya disuruh merumuskan suatu arti agak bingung, kalau saya lebih baik shareing panjang tentang ilmu pengetahuan.’coba kita ingat ingat sewaktu kita bayi kalau sudah lupa..kita coba ingat waktu balita deh..pasti anda sekalian dan juga saya pasti sudah di ajarkan berbagai ilmu dan pengetahuan.dari mulai cara berdiri,berjalan,berbicara,dan masih banyak lagi…tapi yang paling utama dan yang paling penting di ajarkan orang tua hingga saat ini adalah hidup bersosial..dan akhirnya kita mulai di masukan ke dalam ruang lingkup ilmiah yaitu lingkungan sekolah dari jenjang tk,sd,smp,sma,hingga universitas.di ruang lingkup ilmiah itu semua kita di ajari segala macam ilmu dan pengetahuan (pelajaran ) kimia,matematika,fisika, hingga algoritma.walaupun ada sedikit nilai nilai sosial.tapi menurut saya ilmu tidak hanya bisa kita dapatkan di lingkup ilmiah saja.di keluarga lingkup yang paling dekat dengan kita,di masyarakat,dan di alam.di keluarga kita mendapat ilmu dan pengetahuan dari kedua orang tua kita,kita di ajarkan berbagai macam hal.kalau saya saat di dalam keluarga paling senang mendapatkan ilmu pada saat mendengarkan dan berdiskusi dengan orang tua saya..terutama ayah saya.kalau di masyarakat kita mendapatkan ilmu dari teman dan sahabat kita,lingkungan dan keadaan masyarakat,dan lain lain lagi.kalau di alam kita belajar menghargai ciptaan tuhan yang lainnya dan menghargai hidup dan nafas kita sendiri. cerita sedikit mengenai pengalaman saya menuntut ilmu di alam yaitu waktu pertama kali saya naik gunung.beuhh dari situ banyak sekali pelajaran yang saya dapat ( ilmu dan pengetahuan ) dari mulai packing tas,mengatur. keuangan,hingga menghargai setetes air.dari mulai perjalanan di bis,saya begitu salut dengan teman saya yang memang sudah sering naik gunung.dia berusaha menawar ongkos bus dengan kernek bus hingga berdebat hebat sampai di lihat penumpang lain(karena memang keuangan sangat press jadi berusaha irit ) yang akhirnya perdebatan di menangkan teman saya dan akhirnya mendapat ongkos yang lebih murah,walaupun di lihat orang banyak teman saya tetap berani.padahal saya saat perdebatan berusaha menutupi muka agar tidak terlihat oleh penumpang lain.hahaha…tapi salut buat tman saya.dan pada saat pendakian kami terpaksa berjalan malam hari karena penjaga pos registrasi baru datang saat malam tiba..karena mencari orang yang hilang.dalam 500 meter pertama saya ber lima dengan tman tman masih begitu bersemangat.tetapi pada saat masuk area hutan yang gelap dan turun hujan pula kami ber 4 mulai  gontai dan patah semangat (4 orang termasuk saya pertama kali naik gunung.hahaha)tetapi satu tman saya yang sudah sering mendaki gunung begitu tenang dan bijaksana.dia terus menyemangati kita ber 4 agar terus mendaki.dan pada akhirnya pada saat  pychis kita ber 4 mulai drop tman saya meberi permen sebagai tenaga baru agar bisa lanjut menempuh perjalanan.hingga pos 3 kita berjalan dan akhirnya halangan mulai hadir yaitu 2 senter mati dan 2 sendal gunung tman saya jebol.dan mau tidak mau kita harus berkemah dulu..nah pada saat membangun tenda saya mendapatkan pelajaran ( ilmu pengetahuan ).dalam keadaan gontai, karena pscyhis drop otak saya mulai kosong dan menggigil hebat karena keaadaan begitu dingin dan harus membangun tenda dengan keadaan gelap gelapan karena senter tersisa 2 (1 lagi di irit ) dan hujan semakin deras kita berlima dituntut membangun tenda dengan cepat..sempat terbalik memasang tenda dan harus bongkar lagi saya mulai ‘bodoh’ karena otak kosong dan kedinginan..tetapi lagi lagi tman saya memberi semangat untuk trus bergerak dan berpikir.dan akhirnya tenda jadi juga.pada malam harinya saya tidak bisa tidur disamping tempat membangun tenda tidak rata,hujan turun sangat deras.padahal tman saya yang lain sudah mulai ngorok.tapi tman yang 1 tenda dengan saya tau kalau saya tidak bisa tidur..karena suara gertak gigi saya yang begitu keras ( menggigil ).dia bangun dan membuatkan saya jahe hangat dan menemani saya.beuhh sekali lagi pelajaran yang sangat mahal yaitu kesetiaan dan kepedulian dari tman saya.esok paginya kami brangkat kembali dan sampai di pos trakir (blom puncak,tetapi sudah deket puncak ).o iya selama perjalanan naik dari pos 3 ke pos akhir,air menjadi barang yang begitu berharga..sebongkah batu dan pohon bisa menjadi sofa atau kursi yang begitu nyaman untuk kita beristirahat.hahaha…hebat ya..padahal waktu tman saya cerita saya tak percaya (karena saya blum merasakan langsung ) tetapi pada saat praktek langsung..ternyata benar.waktu mendaki dari pos 5 3 sampai akhir,sekali lagi teman saya memberikan tambahan tenaga tambahan pada saat psychis mulai drop lagi  melalui sepotong coklat yang di bagi 5.kami juga banyak berpapasan pendaki lain dan saling menyapa.di pos trakir kami bangun tenda lagi karena ingin bermalam kembali untuk tambahan tenaga menuju puncak.pada saat mengambil air di sungai untuk minum,saya melihat bunga edelwis yang begitu banyak dan sedang mekar.dan pada saat saya ingin memetiknya..tman saya berteriak jangan..ia bilang pecinta alam tidak boleh merusak alam dan saya berpikir…o iya bner juga ya..

saat malam di tenda kami membuat api unggun  kecil sambil makan super bubur dan minum kopi kami share2 mengenai perjalanan.saya agak kesal juga pada saat makan dan minum kopi karena biasanya dirumah 1 bungkus super bubur dan 1 bungkus kopi saya habiskan sendiri tetapi ini untuk ber5.ahahaha..tetapi inilah belajar untuk kebersamaan.hingga akhirnya kami tidur di 1 tenda untuk berlima (karena suhu sangat dingin,tidur sengaja pepet pepetan untuk mendapatkan kehangatan..padahal biasanya deket deketan aja malu takut di bilang homo.hahaha ).dan akhirnya pagi datang kami mulai berkemas untuk naik ke puncak.selama perjalan ke puncak kami banyak berhenti padahal jarak ke puncak sudah sangat dekat dari pos akhir,hal ini di akibatkan karena udara yang semakin tipis dan tercium bau belerang sehingga sulit bernafas.dan pada akhirnya kami sampai puncak.saya meneteskan air mata (terharu ) karena tidak mudah dan begitu banyak rintangan sampai atas. nah itulah pengalam saya mendapatkan ilmu pengetahuan yang begitu berharga menurut saya. o iya dulu teman saya bilang ” kalau di gunung sifat asli seseorang akan mucul,dan ga akan ada kemunafikan dan berwajah dua..setelah terjun langsung ternyata benar.dan saya menilai diri saya saat di gunung..saya gampang patah semangat dan manja.hahaha.

kita beruntung sabagai manusia karena hanya kita yang di berikan akal budi oleh tuhan sehingga bisa mencerna ilmu dan pengetahuan.karena karunia tuhan itulah kita tidak boleh pelit dalam berbagi ilmu..ilmu kita tidak akan habis jika kita bagi bagikan kepada teman kita,tetapi malah bertambah karena pasti dari teman kita yang kita ajari pasti dia memiliki informasi atau ilmu yang lain yang tidak kita ketahui sehingga pada akhirnya bisa bertukar ilmu pengetahuan dan akhirnya ilmu kita trus bertambah dan tidak habis karena kita bagikan.

nah kesimpulan saya mengenai ilmu pengetahuan adalah ilmu pengetahuan bisa di cari dan di dapatkan dimana saja,ilmu pengetahuan tidak akan habis di bagi,ilmu pengetahuan akan terus bertambah dan tidak mengenal batasan.ingat lebih baik mendapatkan kail dari pada langsung dapat ikannya

Pos ini dipublikasikan di Uncategorized. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s